8 Ungkapan Perusak Mental Anak Hingga Ia Dewasa. Peringatan buat Orang Tua!

trauma-anak trauma-anak

Tanpa disadari, kadang bak orang tua Moms justru nggak dapat mengontrol emosi yang berujung menyakiti hati anak. Ada berjibun sekali ungkapan-ungkapan yang seadilnya jangan diucapka, tapi terlanjur disepelekan karena sudah biasa. Ungkapan-ungkapan seperti mengomentari negatif bentuk tubuh anak sangat nggak disarankan karena akan menyebabkan anak trauma di masa depan.

Nah, di bawah ini sudah Hipwee YoungMom berikan detail ungkapan apa saja yang jangan sampai diucapkan ke anak. Simak ya, Moms!

“Dasar kamu anak nakal!” memang terdengar sepele ketika anak melakukan sebuah kemenyimpangan. Namun, hal ini justru bisa membekas di hati anak, setenggat ia akan menjadi sosok pembangkang nantinya

Usahakan untuk nggak mengungkapkan kata-kata yang menyangkut bentuk tubuh anak seperti, “kamu anak siapa sih, kok gendut banget!” atau “anak siapa sih ini item banget!” karena bisa menciptakannya menjadi pribadi yang minder

Jangan biarkan anak merasa payah dengan mengucapkan, “ah, kamu gini aja nggak bisa!” ya, Moms! Mengajari anak sesuatu memang butuh kesabaran ektsra, tapi Moms pasti bisa!

“Cowok tuh nggak boleh nangis! Dasar cengeng!!!” adalah kata-kata yang semestinya mulai dihindari untuk diucapkan ke anak pria. Jangan jadikan anak pria Moms menjadi raut badan pendendam dan cinta menyimpan amarah dengan melarangnya menangis

Saat anak kebetulan mendapat nilai kurang bagus di sekolahnya, cukup nasehati dia dengan saling menolong-saling menolong tanpa layak mengucapkan, “kamu Bego, kamu payah, masa’ gini aja nggak bisa sih!”

Alih-alih ingin melangsungkan anak memiliki semangat dan jiwa kompetitif, mengucapkan “lihat tuh kakak, dia udah bisa membaca pas masih seusia kamu!” justru akan melangsungkan anak merasa minder dan makin nggak percaya diri karena selalu dibandingkan

Jangan terbiasa melampiaskan amarah ke anak dengan mengucapkan, “semua kehebohan kamu, akhirnya jadi berantakan!”. Anak singkapnlah sasaran amarah orang tuanya, karena ia belum mengerti apa-apa

Menyepelekan hobi atau potensi dalam pribadi anak juga imbasnya bisa bahaya, misalnya dengan mengucapkan, “hobi kok nyanyi sih, mau jadi apa kamu nanti?”

Mendidik anak memang bekerjalah perkara mudah. Banyak sekali hal yang perlu dipersiapkan, termasuk bekal di atas, di mana Moms dan Dads demi orang tua perlu pandai-pandai mengelola stres dan menjaga perasaan anak.