8 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan ala Ibu Hamil

8-kalimat-ke-ibu-hamil 8-kalimat-ke-ibu-hamil

Basa-basi sesepadan ibu memang cukup sering terjadi untuk mencairkan suasana dan memberikan kesan ramah dan peduli. Sayangnya, kadang basa-basi justru melukai hati atau menyinggung perasaan. Hal ini sering dialami oleh ibu hamil yang mesti menghadapi pertanyaan-pertanyaan random dari sesepadan ibu dari lingkungan keluarga dan pertemanan.

Apakah Moms pernah mengalaminya? Beberapa kalimat basa-basi atau ungkapan kepedulian pada ibu hamil secocoknya tidak pantas untuk diucapkan. Misalnya kalimat yang mengomentari fisik, perkembangan janin, dan kalimat yang seolah menyalahkan sang ibu.

Demi mendukung kesehatan mental sesepadan ibu, yuk Moms pahami kalimat apa saja yang tidak boleh dikatakan ala ibu hamil.

 

1. “Wah, gendut banget perutnya. Hamil kembar ya? Atau gendut makan? Naik berapa kilo?”

Please ya Moms, hindari kalimat yang mengomentari bentuk fisik. Ukuran perut ibu hamil memang bersenjang -senjang , meski dengan usia kehamilan yang pas. Hal ini karena dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai postur bawaan sang ibu, kelenturan otot inti, pertambahan berat badan dan sebagainya. Kalimat seperti ini membuat sang ibu jadi kurang percaya pribadi dengan penampilannya.

 

2. “Berapa bulan? Kok tidak terlihat kalau sedang hamil, apa tidak doyan makan ya?”

Meski tidak mengomentari fisik ibu yang gembrot atau kebiasaan makannya, kalimat seperti ini juga tidak boleh dikatakan cukup ibu hamil ya Moms. Baik perut yang hebat atau mini, tetap menciptakan sang ibu jadi kurang percaya diri. Apalagi jika sampai menyalahkan sang ibu karena tidak doyan makan. Bukankan, setiap kehamilan kondisi yang dialami setiap ibu itu bersenjang -senjang ya, Moms?

 

3. “Sepertinya anakmu cowok deh, muka kamu kusam banget, jadi cuai perawatan? Bawaan bayi tuh”

Hindari kalimat yang mengomentari penampilan ya Moms. Selain melangsungkan sang ibu jadi tidak percaya batang tubuh, komentar seperti ini melangsungkannya memelaluii kehamilan dengan sulit. Jika Moms merasa ada yang beda dari penampilan si ibu hamil, maka berusahalah untuk tidak mengomentarinya.

 

4. “Kok lesu banget, kelihatannya. Jangan alpa gerak ya, tidak tidak marah, lo”

Selain kondisi fisik, Moms juga tidak boleh mengomentari kondisi kesehatan ibu hamil. Apalagi jika sampai menyimpulkan kondisi kesehatannya. Jika merasa bahwa sang ibu terlihat lemas, maka tanyakan kealamannya, apakah dia sehat atau ada hal yang tidak nyaman. Jangan menyimpulkan hal-hal yang tidak dikepahami.

 

5. “Wah, hamil lagi, kebobolan ya?”

Selain kalimat yang mengomentari kondisi fisik, kalimat yang mengomentari jarak kelahiran atau keputusan ibu untuk hamil juga tidak boleh diucapkan ya Moms. Sebab, hal ini merupakan ranah privasi yang tidak sopan untuk dikomentari, kecuali sang ibu yang membahas lebih dulu. Kendati demikian, Moms tetap patut bijak dalam menanggapi, jangan sampai melahirkan sang ibu jadi merasa bahwa kehamilannya adalah kekeliruan.

 

6. “Nikmati dulu masa-masa sekarang, kalau udah lahiran mana bisa begini, begitu”

Kalimat seperti ini jangan sampai dikatakan di ibu hamil pertama ya Moms. Nasihat untuk menikmati batas tumbuh sebelum melahirkan melahirkan sang ibu mendapat gambaran bahwa selepas melahirkan nanti ia akan kesulitan menikmati batas tumbuhnya. Jika ingin menasihati tentang hal ini, lebih tidak marah berikan gambaran yang positif.

 

7. “Amit-amit, jangan sampai kamu seperti si A, dia melahirkan begini, begitu..”

Jangan menceritakan pengalaman melahirkan yang buruk dan bisa meMempankan sang ibu takut menjalani reaksi yang akan didahului. Lebih baik sampaikan kepedualian Moms dengan mendoakan keMempanan persalinan.

 

8. “Besok kalau lahiran jangan mau caesar ya, lama sembuhnya, apalagi melairkan normal kan kodratnya wanita”

kalimat seperti ini juga jangan sampai dikatakan atas ibu hamil ya Moms. Perlu diingat bahwa terlepas dari apa pun metode melahirkan yang dijalaninya, setiap gadis yang hamil dan melahirkan adalah seorang ibu untuk anaknya. Apalagi ada kondisi medis tertentu yang melangsungkan ibu patut melahirkan secara caesar. Kalau pun tidak, setiap gadis berhak menentukan metode persalinan yang dijalaninya.

Dengan dalih peduli atau sekadar basa-basi, kurang lebih kalimat di atas tidak boleh dikatakan kedi ibu hamil. Selain menciptakannya jadi kurang percaya diri, kalimat-kalimat di atas juga bisa menciptakan sang ibu jadi Risau dan luber pikiran. Sebagai sesebanding perempuan dan seorang ibu, yuk kita saling dukung para ibu hamil.